Pages

Friday, July 22, 2011

Fungsi Arang Aktif (Charcoal) Pada Medium Kultur

Arang aktif atau charcoal adalah arang yang sudah dipanaskan selama beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas (George & Sherrington, 1984). Bahan ini mempunyai sifat adsorpsi yang sangat kuat. Arang aktif dapat ditambahkan ke dalam media pada berbagai tahap perkembangan kultur. Bahan ini dapat ditambahkan pada media inisiasi, media regenerasi, atau media perakaran.
Penambahan arang aktif dapat membantu pertumbuhan perkembangan kultur, tergantung dari jenis kulturnya. Secara umum, pengaruh arang aktif adalah sebagai berikut:
1.   Mengadsorpsi persenyawaan-persenyawaan toxic yang terdapat dalam media yang dapat menghambat pertumbuhan kultur, seperti :
  1. Persenyawaan-persenyawaan fenolik dari jaringan yang terluka waktu inisiasi.
  2. Persenyawaan 5-hidroksimetil furfural yang diduga terbentuk dari gula yang berada dalam larutan asam lemah dan mengalami pemanasan dengan tekanan tinggi  
(Nitsch et al, 1968 dalam Gunawan 1988).
2.   Mengadsorpsi zat pengatur tumbuh sehingga:
  1. Mencegah pertumbuhan kalus yang tidak diinginkan, seperti dalam androgenesis dan pucuk yang ingin diakarkan.
  2. Membantu embryogenesis kultur dalam media regenerasi tanpa auksin, mungkin dengan bertindak sebagai sink yang menarik auksin dari dalam sel sehingga embryogenesis dapat terjadi
(Drew, (1979 dalam George & Sherringtone, 1984).
3.   Merangsang perakaran dengan mengurangi tingkat cahaya yang sampai ke bagian eksplan yang terdapat dalam media.
Arang aktif ditambahkan dengan konsentrasi yang bervariasi yakni 0.5-6 %, tergantung dari tujuan. Dalam media yang ditambahkan arang aktif, harus diusahakan agar arang aktif terbagi rata dalam media. Sesudah sterilisasi dalam autoklaf  botol media harus sering dikocok sampai agar  mulai membeku. Bila tidak diadakan pengocokan, maka hampir semua arang aktif berada di lapisan bawah media (George, 1984).

Macam Media Kultur

Ada beberapa macam media dasar yang pada umumnya diberi nama sesuai dengan nama penemu, antara lain :
1.Medium Dasar Murashige dan Skoog (MS) : digunakan untuk hampir semua macam tanaman, terutama tanaman herbaceous. Media ini mempunyai konsentrasi garam-garam mineral yang tinggi dan senyawa N dalam bentuk NO3- dan NH4+
2.Medium dasar B5 atau Gamborg : digunakan unutk kultur suspensi sel kedele, alfafa dan legume lain.
3.Medium dasar White : digunakan untuk kultur akar. Medium ini merupakan medium dasar dengan konsentrasi garam-garam mineral yang rendah.
4.Medium Vacin Went (VW) : digunakan khusus untuk medium anggrek.
5.Medium dasar Nitsch dan Nitsch : digunakan untuk kultur tepungsari (pollen) dan kultur sel
6.Medium dasar Schenk dan Hildebrandt : digunakan untuk kultur jaringan tanaman monokotil.
7.Medium dasar Woody Plant Medium (WPM) : digunakan untuk tanaman yang berkayu
8.Medium dasar N6 : digunakan untuk tanaman serealia terutama padi.

Wednesday, July 13, 2011

Sitokinin

Sitokinin merupakan nama kelompok hormon tumbuh yang sangat penting sebagai pemacu pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur jaringan. Seperti halnya pada auksin, selain sitokinin alami juga terdapat sintesisnya yang tergolong dalam zat pengatur tumbuh.  Sitokinin yang pertama ditemukan, adalah kinetin yang diisolasi oleh Skoog dalam laboratorium Botany di University of Wisconsin, yaitu senyawa sangat aktif yang terbentuk dari hasil sebagian DNA tua sperma ikan Herring yang diautoklaf dalam larutan asam yang menyebabkan terus tumbuhnya kalus tembakau. Persenyawaan dari DNA tersebut sewaktu ditambahkan ke dalam media untuk tembakau, ternyata merangsang pembelahan sel dan differensiasi sel (Santoso dan Nursandi, 2003).
Fungsi sitokinin terhadap tanaman antara lain adalah:
  1. Memacu terbentuknya organogenesis dan morfogenesis.
  2. Memacu terjadinya pembelahan sel.
  3. Kombinasi antara auksin dan sitokinin akan memacu pertumbuhan kalus.
(Gunawan, 1995).
            Bentuk dasar dari sitokinin adalah “adenin” (6-amino purin). Adenin merupakan bentuk dasar yang menentukan terhadap aktivitas sitokinin. Di dalam senyawa sitokinin, panjang rantai dan hadirnya suatu double bond dalam rantai tersebut, akan meningkatkan aktivitas zat pengatur tumbuh ini (Abidin, 1985 dalam Fitrianti, 2006).

Auksin

Auksin merupakan hormon tumbuh bagi tanaman yang pertama ditemukan oleh Went pada tahun 1962 yang dikenal sebagai Indol Acetic Acid (IAA), mempunyai peranan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Secara fisiologis, peranan hormon tumbuh ini antara lain berpengaruh dalam meningkatkan tekanan osmotik, meningkatkan permeabilitas sel terhadap air, meyebbabkan pengurangan tekanan pada dinding sel, meningkatkan sintesis protein dan pengembangan sel (Abidin, 1990)
Menurut Wattimena (1992) zat pengatur tumbuh dari golongan auksin berperan antara lain dalam pembentukan kalus, morfogenesis akar dan tunas serta embriogenesis. pemilihan konsentrasi dan jenis auksin ditentukan antara lain oleh tipe pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang dikehendaki.
Pengaruh auksin terhadap perkembangan sel menunjukkan adanya indikasi bahwa auksin dapat menaikkan tekanan osmotik, meningkatkan sintesa protein, meningkatkan permeabilitas sel terhadap air, dan melunakkan dinding sel yang diikuti menurunnya tekanan dinding sel sehingga air dapat masuk ke dalam sel yang disertai dengan kenaikan volume sel (Hendaryono, 1994).

Monday, July 11, 2011

TERMINOLOGI

Agar                       produk yang terbuat dari alga yang digunakan untuk memadatkan medium kultur jaringan

Alkohol                  etil alkohol (C2H5OH), disebut pula etanol

Antiseptis                proses atau prinsip yang memanfaatkan antiseptik

DNA                      suatu bahan genetik yang terdapat di dalam setiap sel makhluk hidup

Aseptik             bebas dari segala bentuk mikroorganisme (jamur, bakteri, ragi, virus, mikroplasma, dan sebagainya)

Auksin                  hormon yang menyebabkan pemanjangan sel, dominansi pucuk, dan inisiasi akar, misalnya asam indol asetat (IAA)

Bebas patogen      tanamn, meristem, jaringan, atau sel yang bebas dari penyebab penyakit (bakteri, jamur, virus, dan lain-lain)

Bebas penyakit       tanaman yang dinyatakan bebas dari patogen spesifik setelah pengujian yang spesifik
Diferensiasi                 istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembentukan berbagai tipe sel, akar, pucuk, embrio, ataupun organ lain yang berbeda di dalam kultur kalus atau kultur sel

Dominansi pucuk        fenomena tertekannya pertumbuhan tunas aksilar oleh adanya tunas terminal pada suatu cabang

Eksplan                       organ atau sepotong jaringan yang digunakan untuk memulai kultur

Embrio                      tanaman yang sangat muda, berkembang di dalam gametofit betina dengan atau tanpa pembuahan

Embriogenesis             proses inisiasi dan perkembangan embrio

Erlemeyer                    suatu wadah kultur berbentuk kerucut dengan bagian bawahnya datar

Giberelin            suatu kelompok hormon tanaman yang berperan antara lain dalam pembelahan dan pemanjangan sel

Hormon                  senyawa organik yang dihasilkan di dalam tanaman, dalam konsentrasi rendah dapat meningkatkan, menghambat, atau secara kualitatif memodifikasi pertumbuhan tanaman pada bagian yang berbeda dari tempat sintesisnya.

In vitro                   secara harfiah berarti di dalam kaca, di dalam tabung reaksi, botol, dan sebagainya. Dalam kultur jaringan, diterapkan pada setiap proses yang dilakukan di dalam kultur steril

In vivo                        secara harfiah berarti ‘di dalam kehidupan’ , diterapkan pada setiap proses yang terjadi di dalam organisme utuh; tanaman utuh yang tumbuh baik di rumah kaca maupun di lapangan

Induksi                        inisiasi suatu proses tertentu yang menghasilkan perkembangan organ, misalnya induksi akar, pucuk, dan bunga

Infeksi                         terjadi penyakit akibat serangan mikroorganisme

Inisiasi                         pembentukan struktur suatu organ, seperti primordia akar atau pucuk

Inokulasi                      meletakkan inokulum di dalam atau pada medium nutrisi

Juvenil                       suatu fase dalam siklus hidup tanaman dimana pada periode tersebut pembungaan tidak dapat diinduksi, selama fase juvenil tanaman sering memperlihatkan karakteristik khusus

Kalus                           jaringan yang tumbuh dari proliferasi sel-sel yang belum terorganisasi-suatu kelompok sel tanaman yang belum terdiferensiasi

Kontaminan                 organisme penghambat pertumbuhan

Kultur                       menumbuhkan sel, jaringan, organ, ataupun keseluruhan tanaman di dalam medium steril dan kondisi aseptik, misalnya kultur sel, kultur embrio, kultur ujung pucuk, kultur antera, dan sebagainya

Kultur jaringan          istilah umum yang mengacu pada semua bentuk kultur aseptik jaringan tanaman ataupun hewan

LAFC              kotak yang digunakan untuk inokulasi eksplan, harus dijaga agar tetap steril dengan mengalirkan udara steril secara teratur dengan arah horizontal

Meristem                 kelompok sel yang sedang aktif tumbuh yang dilokalisir dari jaringan permanen, misalnya akar, pucuk, daun, atau bunga

Meristematik            memiliki karakteristik meristem

Mikropropagasi            perbanyakan tanaman seksual atau vegetatif secara in vitro

Morfogenesis               perkembangan bentuk dan struktur

MS                               Murashige dan Skoog (1962)

Mutasi                     perubahan jumlah atau struktur DNA di dalam suatu organisme menyebabkan terjadinya perubahan pada fenotip organisme tersebut

Otoklaf                alat yang digunakan untuk mensterilkan medium, gelas, dan lain-lain, dengan memanfaatkan uap bertekanan tinggi

Planlet                  pucuk kecil yang berakar atau embrio yang berkecambah

Primordia                     kelompok sel yang menumbuhkan suatu organ

Ruang kultur                suatu ruangan yang berfungsi sebagai tempat pemeliharaan kultur

Ruang steril                  ruang kerja untuk penanaman (inokulasi eksplan)

Skalpel                         pisau bedah kecil dan tajam yang digunakan untuk memotong bahan eksplan

Somatik                       mengacu pada bagian atau proses vegetatif

Steril                            media atau objek tanpa mikroorganisme yang viabel atau terlihat jelas

Sterilisasi                     prosedur eliminasi mikroorganisme, misal secara kimiawi, panas, radiasi
Subkultur                     subdivisi sutu kultur untuk ditransfer ke medium agar

Totipotensi           sifat suatu sel untuk berkembang, membelah diri, dan berdiferensiasi menjadi suatu organisme lengkap

UV                               ultraviolet (cahaya)

Vitamin                   kelompok senyawa organik yang kadang ditambahkan ke dalam medium kultur, misalnya vitaminB1, vitamin C, dan lainnya

Zat pengatur tumbuh          senyawa yang berperan mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel, organ, dan sebagainya

Zigot                            Sel yang terbentuk dari penyatuan dua gamet

(Zulkarnain, 2010)