Pages

Tuesday, January 22, 2013

Kreativitas

Kreativitas adalah sebuah bagian penting dalam inovasi. Kreativitas tidak cukup hanya datang dengan ide-ide.Untuk mendapatkan manfaat perusahaan perlu melakukan kreativitas dan inovasi. Perusahaan membutuhkan proses, prosedur dan struktur yang memungkinkan pelaksanaan tepat waktu dan efektif dari proyek sehingga produk yang dihasilkan benar-benar inovatif (Stamm, 2008).
Kreativitas adalah ide atau gagasan dankemampuan berpikir kreatif. Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan kreativitas ialah kemampuan untuk mencipta daya cipta. Menurut Zimmer kretivitas adalah kemampuan untukmengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing) (Suryana, 2001, p.2).

Enterpreneurial Leadership

Enterpreneurial leadership adalah gabungan antara pengetahuan dan keterampilam kewirausahaan dan kualitas kepemimpinan yang tinggi (Susanto, 2009). Enterpreneurial leadership adalah seorang pemimpin kewirausahaan yang harus mengkombinasikan berbagai kemampuan tradisional dari manajemen dengan skill tentang kepemimpinan. Selain itu juga menyesuaikan konflik antara ketidaksabaran dari seorang wirausahawan dengan kendala yang memaksa dalam suatu organisasi dengan keinginan untuk mengontrol kegiatan (Burns, 2007). Wirausahawan yang memiliki kualitas enterpreneurial leadership yang tinggi mampu mengubah sumber daya bernilai rendah menjadi sumber daya bernilai tinggi melalui pengambilan risiko yang terukur serta kepemimpinan yang efektif. Enterpreneurial leadership lebih berfokus pada pencarian dan pemanfaatan peluang daripada pertimbangan sumber daya.
Bagi seorang enterpreneurial leadership, apa yang dilihat sebagai masalah bagi orang lain justru dianggapnya sebagai peluang. Masalah yang muncul, merupakan peluang sekaligus tantangan. Seseorang enterprenurial leadership sejati tidak sekedar melihat, tetapi juga memilih peluang-peluang yang memang layak untuk dimanfaatkan. Mereka bekerja secara sistematis dalam mengatasi tantangan yang ada. Dengan demikian peluangnya menjadi lebih besar. Yang lebih penting adalah mewujudkan dalam operasi bisnis yang nyata (Susanto, 2009).

Means of Fidusia



Kata Fiducia berasal dari bahasa kata "fidusia" berasal dari bahasa Latin, kata dasar "fido", artinya saya mempercayai seseorang atau sesuatu, sedangkan  istilah "fiducia" (kata benda), artinya kepercayaan terhadap seseorang atau sesuatu, pengharapan yang besar. Fiducia dimaksudkan peristiwa seorang debitur menyerahkan  suatu benda kepada  krediturnya dengan mengadakan  jual pura-pura, dengan maksud menerima benda itu kembali dari kreditur tersebut setelah utangnya dibayar, maka hubungan hukum antara debitor (pemberi fidusia) dan kreditor (penerima fidusia) merupakan hubungan hukum  yang berdasarkan kepercayaan..

Balanced Scorecards (BSc)

Balance scorecard terdiri dari dua kata yaitu balanced (keseimbangan) dan scorecard (kartu nilai). Dari definisi tersebut pengertian sederhana dari Balanced  Scorecardadalah kartu skor yang digunakan untuk mengukur kinerja dengan memperhatikan keseimbangan antara sisi keuangan dan non keuangan, jangka panjang dan jangka pendek (Aurora, 2010).
Metode Balance scorecard mengembangkan seperangkat tujuan unit bisnis melampaui rangkuman ukuran keuangan yang mencakup berbagai aktivitas penciptaan nilai yang dihasilkan oleh para partisipan perusahaan. Kaplan (2010) menyebutkan bahwa Balance Scorecard merupakan suatu sistem manajemen yang menjabarkan strategi suatu perusahaan ke dalam tujuan operasional dan tolak ukur. Balance Scorecarddijabarkan memiliki kemampuan untukmenerjemahkan strategi ke dalam sebuah proses yang bukan hanya menjadi milik manajemen puncak, namun juga setiap individu pada setiap level di dalam suatu perusahaan.
Sistem Balanced Scorecards masih mempertahankan ukuran finansial untuk menilai keberhasilan manajemen, namun Balanced Scorecards (BSc) mampu untuk menggali hasil keuangan dan secara bersamaan dapat memonitor kemajuan dari kemampuan intagible assets yang diperlukan dalam pertumbuhan yang akan datang. Balanced Scorecards akan menggunakan ukuran keuangan untuk kinerja masa lalunya untuk menaksir the driver dan kinerja di masa yang akan datang. Tujuan dan ukuran dari Balanced Scorecards diambil dari visi dan strategi organisasi yang diterjemahkan ke dalam tujuan dan ukuran tangible. Ukuran tersebut akan menyajikan keseimbangan antara ukuran eksternal dan ukuran internal (Rivai, 2009: 600-601). 
 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Balanced Scorecards merupakan suatu metode penilaian kinerja perusahaan dengan mempertimbangkan empat perspektif untuk mengukur kinerja perusahaan; yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta proses pembelajaran dan pertumbuhan.

Blue Ocean Strategy



Menurut Kim & Mauborgne (2006), strategi samudra biru (blue ocean strategy) merupakan sebuah langkah strategis yang penting. Strategi samudera biru menantang perusahaan untuk keluar dari samudera merah persaingan berdarah dengan cara menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya, sehingga kata kompetisi pun menjadi tak relevan. Perusahaan yang terperangkap dalam samudera merah mengikuti pendekatan konvensional, yakni berlomba memenangi kompetisi dengan membangun posisi kokoh dalam tatanan industri yang ada.
Menurut Umar (2001) strategi yang dipahami secara umum saat ini merupakan alat untuk mencapai tujuan, sesuai dengan tipologinya dari bahasa Yunani kuno yaitu ‘seni berperang’ yang fokus pada memenangi persaingan. Sedangkan, tidak seperti dalam perang, sejarah industri menunjukkan bahwa pasar tidak pernah konstan dan memiliki kelebihan khusus yang banyak dilupakan yaitu: kemampuan untuk menciptakan ruang pasar baru yang belum ada pesaingnya. Disinilah Blue Ocean Strategy (BOS) mencoba membuat agar kompetesi tersebut menjadi tidak lagi relevan dan berfokus pada menumbuhkan permintaan.
            Menurut Kim & Mauborgne (2006), penciptaan samudra biru adalah melakukan penekanan biaya sekaligus menciptakan peningkatan nilai bagi pembeli. Nilai bagi pembeli berasal dari utilitas (manfaat) dan harga yang ditawarkan kepada pembeli dan nilai bagi perusahaan dihasilkan dari harga dan struktur biaya. Jadi inovasi nilai dapat dicapai jika keseluruhan sistem kegiatan yang menciptakan manfaat, harga dan biaya perusahaan dipadukan dengan tepat. Pendekatan keseluruhan sistem ini yang disebut dengan samudra biru. Sedangkan pada samudra merah yang berbasis pada kompetisi mengasumsikan bahwa perusahaan dipaksa untuk berkompetisi dalam pasar dengan kondisi yang stuktural. Perlu diingat bahwa inovasi nilai tidaklah sama dengan inovasi teknologi. Inovasi nilai menolak salah satu dogma yang paling umum digunakan dalam strategi berbasiskan kompetisi yaitu: dilema atau pertukaran (tradeoff) nilai–biaya. Di sini, strategi dilihat sebagai pembuat pilihan antara diferensiasi dan biaya rendah. Sebaliknya Blue Ocean Strategy menjadikan perusahaan mengejar diferensiasi dengan biaya rendah secara bersamaan. Menurut Kim & Mauborgne (2006), pasar terdiri dari dua samudra yaitu samudra merah dan samudra biru.