Pages

Tuesday, January 22, 2013

Means of Fidusia



Kata Fiducia berasal dari bahasa kata "fidusia" berasal dari bahasa Latin, kata dasar "fido", artinya saya mempercayai seseorang atau sesuatu, sedangkan  istilah "fiducia" (kata benda), artinya kepercayaan terhadap seseorang atau sesuatu, pengharapan yang besar. Fiducia dimaksudkan peristiwa seorang debitur menyerahkan  suatu benda kepada  krediturnya dengan mengadakan  jual pura-pura, dengan maksud menerima benda itu kembali dari kreditur tersebut setelah utangnya dibayar, maka hubungan hukum antara debitor (pemberi fidusia) dan kreditor (penerima fidusia) merupakan hubungan hukum  yang berdasarkan kepercayaan..

Balanced Scorecards (BSc)

Balance scorecard terdiri dari dua kata yaitu balanced (keseimbangan) dan scorecard (kartu nilai). Dari definisi tersebut pengertian sederhana dari Balanced  Scorecardadalah kartu skor yang digunakan untuk mengukur kinerja dengan memperhatikan keseimbangan antara sisi keuangan dan non keuangan, jangka panjang dan jangka pendek (Aurora, 2010).
Metode Balance scorecard mengembangkan seperangkat tujuan unit bisnis melampaui rangkuman ukuran keuangan yang mencakup berbagai aktivitas penciptaan nilai yang dihasilkan oleh para partisipan perusahaan. Kaplan (2010) menyebutkan bahwa Balance Scorecard merupakan suatu sistem manajemen yang menjabarkan strategi suatu perusahaan ke dalam tujuan operasional dan tolak ukur. Balance Scorecarddijabarkan memiliki kemampuan untukmenerjemahkan strategi ke dalam sebuah proses yang bukan hanya menjadi milik manajemen puncak, namun juga setiap individu pada setiap level di dalam suatu perusahaan.
Sistem Balanced Scorecards masih mempertahankan ukuran finansial untuk menilai keberhasilan manajemen, namun Balanced Scorecards (BSc) mampu untuk menggali hasil keuangan dan secara bersamaan dapat memonitor kemajuan dari kemampuan intagible assets yang diperlukan dalam pertumbuhan yang akan datang. Balanced Scorecards akan menggunakan ukuran keuangan untuk kinerja masa lalunya untuk menaksir the driver dan kinerja di masa yang akan datang. Tujuan dan ukuran dari Balanced Scorecards diambil dari visi dan strategi organisasi yang diterjemahkan ke dalam tujuan dan ukuran tangible. Ukuran tersebut akan menyajikan keseimbangan antara ukuran eksternal dan ukuran internal (Rivai, 2009: 600-601). 
 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Balanced Scorecards merupakan suatu metode penilaian kinerja perusahaan dengan mempertimbangkan empat perspektif untuk mengukur kinerja perusahaan; yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta proses pembelajaran dan pertumbuhan.

Blue Ocean Strategy



Menurut Kim & Mauborgne (2006), strategi samudra biru (blue ocean strategy) merupakan sebuah langkah strategis yang penting. Strategi samudera biru menantang perusahaan untuk keluar dari samudera merah persaingan berdarah dengan cara menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya, sehingga kata kompetisi pun menjadi tak relevan. Perusahaan yang terperangkap dalam samudera merah mengikuti pendekatan konvensional, yakni berlomba memenangi kompetisi dengan membangun posisi kokoh dalam tatanan industri yang ada.
Menurut Umar (2001) strategi yang dipahami secara umum saat ini merupakan alat untuk mencapai tujuan, sesuai dengan tipologinya dari bahasa Yunani kuno yaitu ‘seni berperang’ yang fokus pada memenangi persaingan. Sedangkan, tidak seperti dalam perang, sejarah industri menunjukkan bahwa pasar tidak pernah konstan dan memiliki kelebihan khusus yang banyak dilupakan yaitu: kemampuan untuk menciptakan ruang pasar baru yang belum ada pesaingnya. Disinilah Blue Ocean Strategy (BOS) mencoba membuat agar kompetesi tersebut menjadi tidak lagi relevan dan berfokus pada menumbuhkan permintaan.
            Menurut Kim & Mauborgne (2006), penciptaan samudra biru adalah melakukan penekanan biaya sekaligus menciptakan peningkatan nilai bagi pembeli. Nilai bagi pembeli berasal dari utilitas (manfaat) dan harga yang ditawarkan kepada pembeli dan nilai bagi perusahaan dihasilkan dari harga dan struktur biaya. Jadi inovasi nilai dapat dicapai jika keseluruhan sistem kegiatan yang menciptakan manfaat, harga dan biaya perusahaan dipadukan dengan tepat. Pendekatan keseluruhan sistem ini yang disebut dengan samudra biru. Sedangkan pada samudra merah yang berbasis pada kompetisi mengasumsikan bahwa perusahaan dipaksa untuk berkompetisi dalam pasar dengan kondisi yang stuktural. Perlu diingat bahwa inovasi nilai tidaklah sama dengan inovasi teknologi. Inovasi nilai menolak salah satu dogma yang paling umum digunakan dalam strategi berbasiskan kompetisi yaitu: dilema atau pertukaran (tradeoff) nilai–biaya. Di sini, strategi dilihat sebagai pembuat pilihan antara diferensiasi dan biaya rendah. Sebaliknya Blue Ocean Strategy menjadikan perusahaan mengejar diferensiasi dengan biaya rendah secara bersamaan. Menurut Kim & Mauborgne (2006), pasar terdiri dari dua samudra yaitu samudra merah dan samudra biru.

Thursday, July 05, 2012

Respirasi Tumbuhan

Metabolisme Tumbuhan
Sel-sel yang hidup perannya identik dengan pabrik-pabrik kimia yang tergantung pada ketersediaan energi dan harus mematuhi hukum-hukum kimia. Secara kolektif, reaksi-reaksi kimia yang memungkinkan adanya kehidupan disebut metabolisme. Beribu-ribu reaksi tersebut berlangsung secara terus-menerus di dalam sel. Dengan adanya reaksi-reaksi tersebut banyak senyawa organik yang disintesis tumbuhan. Ratusan jenis senyawa dibentuk sebagai bahan penyusun struktur organel atau bagian-bagian dari sel lainnya. Tumbuhan juga menghasilkan senyawa metabolit sekunder (secondary metabolite) yang berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari serangan serangga, bakteri, jamur, dan jenis patogen lainnya (Lakitan, 2004).
Beberapa rangkaian reaksi menghasilkan senyawa dengan molekul yang besar, seperti pati, selulosa, protein, lemak, dan asam lemak. Pembentukan senyawa yang lebih besar dari molekul yang lebih kecil dinamakan anabolisme. Reaksi anabolisme membutuhkan energi untuk kelangsungan prosesnya. Sebaliknya, katabolisme merupakan perombakan senyawa besar menjadi senyawa yang lebih kecil dengan menghasilkan energi. Salah satu reaksi yang paling penting pada katabolisme adalah respirasi. Res pirasi merupakan pemecahan molekul karbohidrat secara oksidatif menjadi CO2 dan air (Lakitan, 2004).
Baik anabolisme maupun katabolisme berlangsung secara sistematis dan teratur membentuk lintasan metabolik. Sel dapat mengatur lintasan metabolik yang dikehendakinya dan mengatur kecepatan reaksi tersebut dengan cara memproduksi suatu katalisator dengan jumlah yang sesuai dan pada saat yang dibutuhkan. Katalisator tersebut dinamakan enzim (Lakitan, 2004).
Fungsi Spesifik Dan Nomenklatur Enzim
Salah satu sifat penting enzim adalah fungsinya yang spesifik. Setiap enzim hanya bereaksi dengan satu substrat (reactant) atau kelompok kecil substrat yang mirip satu sama lain dam memiliki fungsi sama. Pada beberapa enzim, sifat yang spesifik ini adalah absolut (Lakitan, 2004).
Pada sistem penamaan, nama enzim umumnya diberi akhiran “ase” dan dicirikan oleh substratnya serta jenis reaksi yang dipacunya. International Union of Biochemistry membuat sistem nama yang lebih panjang dan baku untuk semua enzim yang peranannya telah jelas. Sebagai contoh, sitokhrom oksidase diberi nama sitokhrom c,O2 oksidoreduktase, menunjukkan bahwa jenis sitokhrom yang berperan sebagai donor elektronnya adalah tipe c , sedangkan O2 berperan sebagai penerima elektron (Lakitan, 2004).
Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik, sehingga ribuan reaksi dapat terjadi dengan tidak mengjasilkan produk sampingan yang beracun. Enzim juga tanggap terhadap perubahan kondisi lingkungan, sehingga perubahan dapat dilakukan oleh tumbuhan sesuai dengan perubahan unsur lingkungan (Lakitan, 2004).
Sifat-Sifat Enzim
1. Berfungsi sebagai katalisator
2. Merupakan Protein
3. Tidak tahan panas
4. Enzim merupakan suatu koloid
5. Jumlah pemnggunaan enzim pada suatu reaksi tidaklah banyak
(Lakitan, 2004).
Respirasi Suatu Proses Pembongkaran
Jika suatu biji ditumbuhkan di ruangan gelap, maka biji tersebut akan semakin bertambah beratnya. Akan tetapi, jika kita mengukur berat keringnya, maka biji yang belum tumbuh lebih berat daripada biji yang sudah tumbuh. Artinya biji yang telah tumbuh banyak menyerap air, namun biji tersebut sebearnya kehilangan sebagian dari zat organiknya. Zat organik yang hilang itu sebenarnya tidak hilang sama sekali melainkan berubah menjadi energi yang digunakan pada proses pertumbuhan biji tadi. Perubahan inilah yang merupakan prose respirasi (Dwidjoseputro, 1989).
Semua sel aktif terus-menerus melakukan respirasi, sering menyerap O2 dan melepaskan CO2 dalam volume yang sama. Namun, respirasi itu lebih dari sekedar pertukaran gas secara sederhana. Proses keseluruhannya merupakan reaksi oksidasi-reduksi, yaitu senyawa dioksidasi menjadi CO2, sedangkan O2 yang diserap direduksi membentuk H2O. Sebagian besar energi yang dilepaskan selama respirasi kira-kira sebesar 2870 kj atau 686 kcal per mol glukosa.
Respirasi aerob
Respirasi aerob adalah suatu proses respirasi yang membutuhkan oksigen dari udara. Air yang terlepas sebagai hasil respirasi ini dinamakan air metabolisme. Pada tanaman tinggi yang berklorofil, gula berkarbon 6 menjadi substrat. Jaika terdapat lemak, lemak tersebut akan teroksidasi setelah gula heksosa habis. Untuk dapat menjadi substrat di dalam respirasi, lemak perlu berubah terlebih dahulu menjadi asam lemak dan gliserol. Jika persediaan lemak dan karbohidrat habis maka proteinlah yang dibongkar menjadi asam amino untuk dioksidasi (Dwidjoseputro, 1989).
Respirasi Anaerob
Respirasi anaerob sebenarnyadapat pula berlangsung di dalam udara bebas, akan tetapi tidak menggunakan O2 yang tersedia di udara bebas tersebut. Respirasi anaerob lebih sering disebut sebagai fermentasi, meskipun tidak semua fermentasi itu anaerob. Tujuannya sama dengan respirasi aerob, yaitu untuk mendapatkan energi. Namun, energi yang diperoleh dari respirasi anaerob jauh lebih kecil dibandingkan energi yang dihasilkan oleh respirasi aerob (Dwidjoseputro, 1989).
Pada umumnya, respirasi anaerob pada jaringan-jaringan di dalam tubuh tanaman tingkat tinggi hanya terjadi jika persediaan oksigen bebas tidak memenuhi jumlah maksimal yang dibutuhkan. Akan tetapi, tanggapan terhadap minimnya kadar oksigen bebas berbeda antara jaringan yang satu dengan yang lain. Misalnya kecambah jagung yang tidak dapat hidup di tempat yang tidak ada oksigennya sama sekali, sedangkan buah apel dapat bertahan berbulan-bulan di ruang penyimpanan dimana pada tempat itu hanya ada hidrogen dan nitrogen saja. Hasil respirasi anaerob di dalam jaringan-jaringan tanaman bukanlah alkohol, melainkan bermacam-macam asam organik seperti asam sitrat, asam malat, asam oksalat, dan asam tartarat (Dwidjoseputro, 1989).
Perbandingan Respirasi Aerob dan Anaerob
Pada banyak tanaman yang biasa tumbuh di darat, penggenangan air dalam waktu yang lama merupakan suatu ancaman bagi kehidupan tanaman tersebut. Respirasi aerob akan terhenti sama sekali, sedangkan respirasi anaerob tidak dapat mencukupi energi yang dibutuhkannya. Lebih dari itu, akumulasi dari hasil akhir respirasi lama-kelamaan akan menjadi racun bagi tanaman itu sendiri. Sebaliknya pada tanaman air, respirasi aerob dapat berlangsung terus karena adanya jaringan aerenkim (Dwidjoseputro, 1989).
Pada umumnya, jaringan yang dapat melangsungkan respirasi anaerob itu lebih mengutamakan respirasi aerob jika memiliki suatu kesempatan. Hal tersebut dikarenakan respirasi aerob lebih banyak menghasilkan energi daripada respirasi anaerob. Perubahan sikap jaringan tumbuhan yang seperi itu dinamakan efek Pasteur (Dwidjoseputro, 1989).
Enzim-Enzim yang Aktif Dalam Respirasi
A. 1.Transposporilase
Mendistribusikan H3PO4 dari molekul yang satu ke molekul yang lain.
B. 2.Desmolase
Enzim golongan ini membantu dalam pemindahan atau penggabungan ikatan-ikatan karbon seperti adolase di dalam pemecahan fruktosa menjadi gliseraldehida dan dehidroksiaseton
C. 3. Karboksilase
Enzim ini dapat membantu perubahan asam organik secara bolak-balik.
D. Hidrase
Enzim ini berfungsi untuk menambahkan atau mengurangi air dari suatu senyawa dengan tidak menyebabkan terurainya senyawa tersebut. Enolase, fumarase, dan akonitase adalah enzim-enzim yang termasuk golongan hidrase.
E. Dehidrogenase
Untuk memindahkan hidrogen dari zat yang satu ke yang lain
(Dwidjoseputro, 1989).
Kosien Respirasi
Jumlah CO2 yang terlepas dibagi dengan jumlah O2 yang diperlukan dalam respirasi merupakan suatu angka yang disebut kosien respirasi. Kosien respirasi itu benar-benar 1 jika yang menjadi substrat adalah gula (biasanya glukosa dan fruktosa). Namun, pada kenyataannya sangat jarang kosien respirasi suatu tanaman bernilai 1. Penyimpangan ini bisa terjadi karena beberapa faktor, misalnya jenis substrat, kadar O2 di dalam udara, persediaan air, cahaya, dan pengaruh bahan kimia (toksin) (Dwidjoseputro, 1989).
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro. 1989. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia : Jakarta
Lakitan, Benyamin. 2004. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta
Salisbury. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Penerbit ITB : Bandung

Perkecambahan Kultur Biji Anggrek

Perkecambahan adalah munculnya individu baru dari suatu biji tanaman. Peristiwa ini merupakan salah satu tahapan pada siklus hidup tumbuhan. Tidak hanya secara in vivo, perkecambahan juga dapat dilakukan secara in vitro melalui teknik kultur jaringan dimana prosesnya lebih sering disebut sebagai kultur organ (biji). Nurfadilah (2011) mengemukakan bahwa pada saat dikulturkan secara in vitro biji anggrek mengalami 5 fase Fase 0 (nol) merupakan fase awal dimana biji belum terlihat berkecambah. Selanjutnya fase 1 yaitu tahapan dimana biji membentuk protokom. Protokom adalah struktur bulat padat berwarna hijau yang nantinya akan membentuk organ pada perkembangan embrio selanjutnya. Setelah fase 1, biji akan mengalami fase 2 yang ditandai dengan membesarnya protokorm dan terbentuknya primordia daun. Kemudian biji akan mengalami fase 3 dimana protokorm mulai membentuk daun dan akar yang pertama. Selanjutnya akan terlihat beberapa helaian daun-daun kecil beserta akar yang menandakan pertumbuhan biji berada pada fase 4. Tahapan perkembangan yang terakhir adalah terbentuknya tanamana kecil atau planlet yang merupakan fase 5 sekaligus fase tahapan terakhir dari pertumbuhan dan perkembangan awal suatu biji anggrek.